Tanggal :23 April 2024
Seminar IT Universitas Nurul Jadid Probolinggo

Perjalanan & Pelajaran dari Probolinggo

Assalamualaikum Warohmatulloh Wabarokatuh, dalam tulisan ini saya akan bercerita tentang cerita ketika saya mengisi acara di Universitas Nurul Jadid Probolinggo, 20 Februari 2020 yang sangat seru, bukan hanya acaranya tapi juga cerita sebelum dan setelah acaranya.

Saya mulai dari awal mula proses diundang secara singkat, waktu itu Desember 2019 saya bertemu pemuda pemuda Probolinggo di Dilo Surabaya dalam acara Lazday Class yang kebetulan saya jadi salah satu pematerinya, setelah acara tersebut, seperti biasanya ritual setelah acara adalah ramah tamah, networking cari kenalan, nah disini saya didatangin kawan kawan dari Probolinggo, mereka curhat tentang komunitas di Probolinggo, tentang Laravel. Selang beberapa waktu tiba tiba ada pesan masuk di Telegram saya, ternyata dari salah satu kawan Probolinggo, Mas Hafidz namanya, kemudian menjelaskan tentang rencana adanya acara di Kampus mereka, Universitas Nurul Jadid di Probolinggo, kalau ditanya bisa ngisi apa enggak, saya yang semi menganggur jawab iya asal harinya tidak bentrok dengan kegiatan lain. Beberapa hari kemudian ternyata Mas Hafidz mengirimkan pesan lagi menanyakan pembicara untuk topik Android, ya tentunya saya rekomendasikan Mas Irsyad dan konfirmasikan kalau Mas Irsyad bisa mengisi juga.

Waktu berlalu, ciee, kebetulan Januari di ada meetup komunitas SidoarjoDev yang kebetulan pematerinya Mas Irsyad dan saya ngisi sesi ligthning talk, nah waktu itu Mas Hafidz kirim pesan lagi bahwa akan datang ke acara tersebut sekaligus menjelaskan acara yang akan mereka gelar di Universitas Nurul Jadid. Pokoknya waktu itu bingung tentang transportasinya naik bus turun terminal harus oper, naik kereta stasiunnya masih jauh dari kampusnya, sampai akhirnya saya putuskan akan berangkat dengan mobil dengan Mas Irsyad, sampai mendekati hari H sekitar seminggu sebelum acara, kami dapat pesan dari Fathur Rizal yang memberi kabar bahwa kami berdua akan dijemput di Surabaya dari Probolinggo, sempat kaget aja kalau akan dijemput dari Probolinggo ke Surabaya.

Seminggu berlalu, saya yang memang daridulu kurang bisa menyiapkan / membuat presentasi belum menyelesaikan presentasi pas waktu penjemputan, waktu penjemputannya hari Rabu, 19 Februari 2020, sebenarnya saya masih sempat mau menyelesaikan presentasi setelah pulang dari mengajar di SMP, tapi ternyata ketiduran sampai kurang lebih jam 15.15 WIB, dan waktu itu saya tidak langsung beranjak bangun dan mandi, bayangkan betapa nikmatnya rebahan pas capek capeknya kan? Okelah mandi & sholat ashar lalu saya berangkat dari rumah sekitar jam 16.30 WIB dengan kondisi yang masih gerimis rintik rintik setelah hujan yang cukup deras dan lama, di sepanjang jalan juga masih hujan tapi saya sudah terlanjur malas buat pakai jas hujan karena gerimisnya cuma rintik rintik tapi sempat juga melebat tapi saya tetap gas saja, ternyata celana saya yang kena rintikan hujan cukup basah kuyup, ohya kami janjian di Terminal Bungurasih untuk penjemputan, karena biar gampang saja dan tidak mungkin juga kalau jemput saya dan Mas Irsyad di tempat tinggal masing masing bisa menghabiskan waktu 3 jam buat riwa riwinya.

Sampailah saya di Terminal Bungurasih, saya kabari Mas Fathur Rizal yang sebelumnya sempat telpon saya sekitar 5 menit sebelumnya, waktu masih di perjalanan tadi. Oke akhirnya ketemu sama Mas Fathur Rizal di dekat pintu masuk Terminal Bungurasih, Mas Fathur Rizal bersama Mas Fauzan, kemudian saya masuk mobilnya dan sedikit bercengkerama sambil menunggu Mas Irsyad sampai lokasi juga. Nah disini ada momen konyol, saya dengan entengnya bertanya ke Mas Rizal “Mas Semester Berapa?” karena saya kira yang menjemput kami dari mahasiswanya, terus dijawab “sudah lulus” diteruskan oleh Mas Fauzan “Beliau dosen, pak”, saya yang kaget, spontan ketawa dan minta maaf “saya kira mahasiswa tadi yang jemput” saya masih belum paham dengan Mas Fauzan, karena kejadian tadi saya jadi sungkan bertanya, saya kira Mas Fauzan juga seorang dosen, karena dari gaya obrolan mereka Mas Rizal dan Mas Fauzan seperti teman, yang pada akhirnya diketahui kalau Mas Fauzan ini adalah sopir kampus Universitas Nurul Jadid.

Mas Irsyad datang dan kami langsung berangkat ke Probolinggo lewat Tol, di Tol kami berhenti di rest area Sidoarjo untuk menunaikan sholat maghrib, di perjalanan ditanyain sama Mas Rizal “Mas Amirul dan Mas Irsyad suka makan ikan bakar? ini anak anak mau ngajak bakar bakar”, ternyata tidak jadi bakar bakar karena di Probolinggo hujan deras (sepanjang perjalanan juga hujan) merata hujannya sore-malam itu. Akhirnya turun tol, sekitar 15-20 menit keluar dari tol kami berhenti di Bakso Eddy, nah saya yang juga pegiat kuliner alias tukang makan, sempat juga lihat di Televisi tentang Bakso Eddy ini, nah kebetulan kalau begitu, jadi saya bisa cicip Baksonya, yaudah intinya baksonya enak, sayangnya tidak kebagian menu andalannya, bakso goreng. Setelah makan lanjut lagi perjalanan sampai akhirnya di komplek Pondok Nurul Jadid, kami menuju Wisma untuk tamu dari Yayasan Nurul Jadid, sampai di Wisma, Mas Irsyad yang daritadi di perjalanan tidur, langsung nempel kasur, saya keluar di depan kamar ada ruangan yang mirip lobi atau tempat bercengkerama.

Bakso Eddy yang sempat viral di Televisi dan Sosial Media.

Di lobi ini saya ngobrol bareng Mahasiswa & Pak Rizal, dan 1 orang yang sangat aktif sekali bertanya tentang software house, karena kebetulan saya pernah bekerja di software house selama kurang lebih 3 tahun, lagi lagi saya mengira bahwa yang sedang ngobrol dengan saya ini adalah mahasiswa, tapi sempat dengar kalau anak anak Mahasiswa panggil pak jadi saya agak berhati hati kadang saya panggil Pak kadang Mas, sampai akhirnya waktu 1 orang yang ngajak ngobrol ini akan pulang ke Banyuwangi (saya tahu pas ngobrol tadi), saya nyeletuk aja “Dosen disini muda muda ya”, terus dibalas “Masa?”, saya tanggapi lagi “Iya, sampean (kamu/anda) kelahiran berapa?” , “1994” timpalnya, saya lupa bagaimana runtutan ceritanya intinya saya sempat konfirmasikan ke Mas Hafidz / Zainal kalau yang ngobrol bareng saya ini adalah dosen, beliau juga sempat bercerita kalau juga ngajar di MTS di Banyuwangi, jadi hanya mengajar di Universitas Nurul Jadid hari Sabtu-Minggu saja (mereka liburnya hari Jum’at, kamis untuk kegiatan mahasiswa semisal ada seminar seperti acara yang akan kami isi).

Amirul Kawan Koding foto bersama dosen Universitas Nurul Jadid
Foto bareng Pak Rizal Sulton dosen yang ternyata usianya lebih muda daripada saya.

Tepat pukul 00.00 WIB kurang beberapa menit Pak Rizal (ternyata namanya sama dengan pak dosen yang jemput saya tadi) yang tadi ngajak saya ngobrol pulang ke Banyuwangi, sebelumnya minta berfoto bareng untuk kenang kenangan, sesuai yang saya bilang saya agak lupa kronologi runtutan ceritanya ini, jadi saya kira Pak Rizal ini pulang masih di Probolinggo, jadi saya nyeletuk “besok kan masih bisa foto pak”, terus beliau jelaskan kalau beliau tidak bisa hadir di acara, karena pulang ke Banyuwangi. Setelah Pak Rizal pulang saya lanjut ngobrol bareng Mas Hafidz / Mas Zainal ya waktu itu, saya agak lupa juga, intinya saya kaget pas dia ngomong kalau Wakil Rektor III nya ngomong “Masa pemateri keren dikasih tempat kayak gitu” intinya dicarikan tempat yang lebih bagus, kemudian dijelaskan juga kalau ini adalah acara pertama mereka, apa yang saya pikirkan langsung waktu itu? Presentasi saya yang belum kelar waktu itu (rencana saya teruskan waktu sampai Probolinggo tapi ternyata saya bercengkerama dengan asiknya sampai pukul 00.30 WIB), kemudian saya pamit masuk ke kamar dan ternyata Mas Irsyad sudah setengah melek dan saya bilang ke dia kalau ini adalah acara pertama mereka dan Wakil Rektor III ngomong seperti diatas.

Setelah saya ngomong itu Mas Irsyad sedikit shock dan langsung buka laptopnya buat perbaiki lagi presentasinya, saya tentunya juga mau lanjutin presentasi saya yang belum kelar, sebenarnya dan sejujurnya walaupun sering mengisi acara, kemampuan membuat presentasi saya itu ya secukupnya aja, tampilan pakai template dan isi materi hanya poin poin pentingnya saja, sering 1 slide hanya berisi 1 kata, sampai akhirnya listrik padam waktu itu jam 01.30 WIB disertai hujan lebat, akhirnya mau tidak mau tidur, bangun jam 05:00 WIB terus bersantai sejenak, kemudian Mas Irsyad yang kelaparan ngajak untuk cari sarapan di luar, kami jalan kaki tidak jauh dari Wisma Nurul Jadid, banyak terdapat warung berjajar, maklum komplek sekolah, pondok dan kampus, tapi pagi itu hanya ada satu warung saja yang buka, nah disini ternyata ada nasi jagung, Mas Irsyad langsung pesan nasi jagung karena habis dipameri seseorang yang makan nasi jagung, dia mau pamer balik, saya sendiri pesan nasi pecel salah satu menu sarapan favorit saya.

Setelah sarapan, kami balik ke Wisma, saya mandi duluan kemudian sambil membuka kembali laptop untuk mengecek poin apalagi yang perlu ditambahkan ke dalam presentasi saya dan mengecek susunan dari slidenya agar nanti bisa baik dalam menyampaikannya.

Jam 09:00 WIB dan beberapa panitia sudah mulai ke Wisma untuk menjemput kami, tapi kami tidak langsung berangkat karena harus menunggu kabar dari panitia yang ada di lokasi seminar, kurang lebih jam 09:30 WIB akhirnya kami berangkat ke Pondok Nurul Jadid, ya acaranya akan dilaksanakan di dalam area Pondok Nurul Jadid tepatnya di aula mini Pondok Nurul Jadid, sesampainya di tempat kami masuk di sebuah ruangan dan bertemu dengan Pak Furqon, dekan di Fakultas ini.

Setelah sedikit bercengkerama dengan Pak Furqon, Pak Rizal mengajak kami untuk masuk ke ruangan agar acara segera bisa dimulai, acara dibuka dengan ritual ritual umum acara di kampus, menyanyikan lagu kebangsaan, mars kampus, sambutan sambutan, pembacaan Al-Qur’an dan pelantikan pengurus PUSDIKOM dari Universitas Nurul Jadid.

Menyimak sambutan Pak Furqon, Dekan Fakultas Teknik Informatika

Setelah rangkaian ritual pembuka acara kampus terselesaikan giliran waktunya acara utama yakni seminar yang akan saya bawakan dengan Mas Irsyad, seminar pertama saya bawakan dengan isi bercerita perjalanan saya membangun Kawan Koding, bagaimana saya menghasilkan uang dari Kawan Koding dan sebenarnya seberapa besar uang yang bisa dihasilkan dari Kawan Koding.

Amirul dari Kawan Koding menyampaikan Materi tentang Startup, Konten Kreator, Content Creator
Sedang bercerita bagaimana membangun Kawan Koding, salah satu faktornya adalah komunitas.

Lanjut Materi kedua dengan Mas Irsyad yang bercerita tentang Lazday dan model bisnis yang pernah dia kerjakan, dan pengalaman mengikuti kompetisi startup.

Setelah materi dari Mas Irsyad kemudian ada istirahat kurang lebih 1 jam untuk sholat dhuhur dan makan siang, Saya, Mas Irsyad diantar Mas Hafid dan Mas Zainal ke masjid dari Pondok Nurul Jadid untuk sholat dhuhur, setelahnya kami lanjut untuk makan siang.

Amirul dari Kawan Koding menyampaikan Materi Laravel

Makan siang selesai, kemudian acara dilanjutkan dengan workshop yang setiap pemateri diberikan waktu 1 jam untuk menyampaikan materi, tentunya waktu 1 jam ini adalah waktu yang sangat singkat untuk sebuah workshop, saya disini menyampaikan materi pengenalan framework Laravel, apa itu dan bagaimana cara kerjanya.

Kemudian materi workshop kedua dilanjutkan Mas Irsyad dengan topik pengenalan dasar bahasa pemrograman Dart, dengan sedikit praktek menggunakan dartpad.dev.

Setelah serangkaian acara selesai kami berfoto bersama dengan panitia dan peserta acara yang luar biasa pada hari itu.

Foto Bersama peserta seminar di Universitas Nurul Jadid
Foto bersama peserta laki laki
Foto bersama panitia laki laki
Foto bersama panitia wanita

Setelah semua rangkaian selesai, kami kembali ke wisma untuk beres beres barang kami, sholat dan mandi (walaupun nyatanya ga mandi), dan makan sore bareng beberapa panitia, di wisma Mas Irsyad sempat rekaman podcast bareng 2 orang yang membawa kami ke Probolinggo Mas Zainal dan Mas Hafidz, sayangnya tidak sempat ambil foto momen ini.

Sampai setelah waktu magrib tiba dan menunaikan kewajiban, saya dan Mas Irsyad langsung pamit ke panitia dan menuju mobil yang akan mengantar kami balik ke Surabaya dengan sopir yang sama, Mas Fauzan, masih di Probolinggo, Mas Irsyad ngomong ke Mas Fauzan “Mas disini ada kopi enak ga? aku pengen ngopi”, terus Mas Fauzan bercerita tentang kopi yang dimiiki temannya yang seorang dosen keperawatan dan sempat meninggalkan profresinya sebagai dosen untuk jualan kopi.

Kedai Kopi Putri Lingga Probolinggo

Sampai sekitar jam 19.00 kami berhenti di kedai kopi yang kami tuju, nah disini adalah bagian yang kadang sangat berkesan dalam sebuah perjalanan, di kedai kopi “Putri Lingga Coffee & Eatery” kami pesan kopi, saya pilih kopi susu vietnam, disini kopi susunya menggunakan susu bubuk, alasan Mas Setyo (Dosen Pemilik Kedai Kopi) karena kalau kental manis itu bukan susu, iya memang sih.

Dalam obrolan kami yang kurang lebih 2 jam, saya ambil beberapa poin atau cerita menarik dari Mas Setyo :

  • Sempat meninggalkan profesi sebagai dosen keperawatan karena hobi dan sangat senang dengan kopi, yang menurutnya sangat berlawanan dengan bidang yang diajarkan.
  • Pegawai kedai kopi disini diberi makan, tempat tidur, gajinya bersih untuk pegawainya dan didorong untuk kuliah oleh Mas Setyo, pegawainya diambil dari desa desa kecil di Probolinggo.
  • Bisnis harus dinamis, di Probolinggo budaya cangkruk / nongkrong tidak begitu kental, makanya Mas Setyo berinovasi membuat KOMO (Kopi Motor) untuk menjemput konsumen, yang kebanyakan warga Probolinggo berkumpul di alun alun.
  • Bisnis kopi butuh modal gede, untuk sekelas yang disebut Mas Setyo sebagai kedai kopi saja modal untuk bangun kedai & inventarisnya kurang lebih butuh Rp. 200.000.000, itu belum termasuk mesin mesin kopi yang mahal aduhai harganya.

Setelah kurang lebih 2 jam kami ngobrol, harus diputus dulu karena Mas Fauzan juga ada janji di Sidoarjo dengan seorang yang menitipkan barang kampus untuk dibawa ke Probolinggo dari Sidoarjo, akhirnya kami pamit ke Mas Setyo dan lanjut perjalanan, lokasi kedai kopi yang dekat dengan pintu tol membuat perjalanan ke Sidoarjo kurang lebih hanya kurang 1 jam saja, nah di perjalanan di tol Probolinggo – Sidoarjo ini, saya yang duduk di depan banyak ngobrol dengan Mas Fauzan, saya rangkum dalam poin juga ya.

  • Mas Fauzan ini sudah mulai bekerja sejak SMK sebagai penjaga toko dengan bayaran Rp. 250.000 sebulan.
  • Sebagai sopir penghasilannya bisa menyamai tingkat ekselon berapa gitu saya lupa (tingkatan jabatan di Nurul Jadid), dengan catatan sering mengantarkan ke luar kota.
  • Mas Fauzan ini juga berjualan online untuk mencari tambahan uang.
  • Masih bersemangat untuk melanjutkan kuliah S2 dan bercita cita masuk ke Fakultasnya dulu dan menjadi Dekan disana dengan cita cita memajukan Fakultasnya dulu, dulu Mas Fauzan kuliah S1 di Fakultas Ekonomi Universitas Nurul Jadid.
  • Sopir Favorit dari Rektor, Wakil Rektor, Dekan, Dosen di Universitas Nurul Jadid, saya bisa pahami ini, karena Mas Fauzan ini orangnya ramah dan enak banget diajak ngobrol, jadi nggak bosan lah di perjalanan.

Kurang lebih 1 jam berlalu, kami keluar dari pintu tol Waru dan langsung ke Terminal Bungurasih dan sekian cerita perjalanan yang bisa saya bagikan, semoga ada manfaat atau ilmunya.

Wassalamualaikum Warohmatulloh Wabarokatuh.

Hai semua, saya Amirul seorang Software Engineer, suka membuat konten pembelajaran berupa artikel, video tutorial maupun podcast

One Ping

  1. Pingback: Bakso mas rizal - Mie Ayam Bakso Mas Rizal ,Dpan DamKar Cibodas - Home ...

2 Comments

Tinggalkan Balasan