Tanggal :15 Juli 2020
Menjadi Programmer Pemula

Menjadi Programmer Pemula ? Ini Tipsnya !

Assalamualaikum Warohmatulloh Wabarokatuh, pada kesempatan kali ini saya akan berbagi pengalaman dan tips untuk menjadi programmer pemula. Tentunya ini berdasarkan dari pengalaman pribadi saya, dan sangat mungkin akan berbeda dengan pengalaman dan sudut pandang programmer lain.

Istikharah Menjadi Programmer Pemula

Buat muslim mungkin sudah paham ya apa itu Istikharah. Buat yang non-muslim saya coba jelaskan sedikit. Istikharah adalah sholat yang bertujuan meminta petunjuk kepada Allah SWT (Tuhan) dalam sebuah permasalahan. Lebay ya? wkwk. Nggak juga kok, menurut saya sebaiknya dalam perkara apapun selalu libatkan Allah SWT. Termasuk dalam menentukan hal seperti menjadi programmer.

Lalu apa yang diistikharahkan? Sabar, dalam pemrograman secara gampang terbagi menjadi tiga web, mobile & desktop.

Pemrograman web tentunya akan berurusan dengan hal yang berbau dengan pembuatan website. Selain belajar bahasa pemrogramannya, kawan-kawan juga ‘wajib’ paham tentang dunia server.

Pemrograman mobile adalah pemrograman yang berkaitan dengan smartphone, tablet. Jadi kawan-kawan akan membuat aplikasi untuk smartphone. Yang dipelajari selain pemrograman yaitu mungkin cara merilis aplikasi ke toko aplikasi seperti Play Store atau App Store.

Pemrograman desktop, sesuai namanya desktop yaitu kawan-kawan akan membuat aplikasi untuk komputer, mungkin Windows, macOS atau Linux.

Jadi, tentukan kawan-kawan mau ambil jalur mana dengan Istikharah !.

Pilih Bahasa Pemrograman

Setelah menentukan jalur mana yang akan kawan pilih. Sekarang kita dihadapkan pilihan lain lagi. Istikharah lagi, kali ini kita memilih bahasa pemrograman yang ingin kita dalami. Misal, kita akan belajar pemrograman web, ada banyak pilihan bahasa pemrograman, seperti PHP, Ruby, Python, dll. Belum lagi framework yang ada pada masing-masing bahasa pemrograman.

Sebagai contoh, penulis memilih PHP waktu terjun ke dunia kerja dan memutuskan untuk menjadi programmer web. Sedikit cerita, setelah lulus kuliah, saya sebenarnya memiliki kesempatan untuk menjadi programmer desktop waktu itu. Menggunakan C# untuk membuat aplikasi desktop, saya berpikir keras. Bukan karena bahasa pemrogramannya. Tapi, karena lisensinya. Ya waktu akhir kuliah saya sudah memutuskan tidak akan menggunakan produk bajakan lagi. Dan karena waktu itu nggak tahu kalau seperti lisensi dll harusnya adalah tanggung jawab perusahaan. Akhirnya saya memutuskan untuk tidak menjadi programmer desktop karena belum bisa beli lisensi Windows & IDEnya waktu itu.

Akhirnya saya memilih jalur web dan menggunakan PHP. Kenapa PHP? karena saya belajarnya PHP waktu kuliah.

Fokus

Ini adalah hal yang mungkin berat saat belajar pemrograman. Ketika belajar pemrograman, terus kita buka sosial media, di sana banyak yang berbagi tentang bahasa baru, framework baru, dll.

Akan ada banyak “setan” yang menggoda untuk mencoba bahasa x, framework v. Sebagai pemula, baiknya kawan-kawan fokus saja pada satu bahasa pemrograman dan pahami konsepnya.

Nah, kalau udah menentukan pilih PHP & Laravel pastikan belajar di Kawan Koding, kalau suka belajar secara visual silakan ke Youtube Kawan Koding. Tuh kan saya jadi “setan” hahaha.

Kuasai Google

Dalam setiap proses belajar pasti kita akan menemukan masalah, Apalagi belajar pemrograman. Mungkin banyak programmer senior yang menyarankan kuasai bahasa Inggris. Ya, itu sama sekali benar, wkwk, karena memang bahasa Inggris sangat penting dalam belajar pemrograman yang banyak sumber belajarnya berbahasa Inggris.

Masalahnya, nggak gampang menguasai bahasa Inggris. Jadi saya sarankan kuasai Google. Sebenarnya ya nggak harus Google, bisa apa aja.

Pertama, kuasai pencarian Google, mungkin ini butuh beberapa waktu. Kenapa? karena dengan menguasai pencarian Google ktia bisa dengan mudah mendapatkan solusi yang kita inginkan. Saran saya gunakan bahasa Inggris dalam pencarian. Lah kan tadi katanya kuasai Google, sekarang kok balik Bahasa Inggris? Nggak konsisten !. Selow dulu, ngegas aja. Gini lho, kan sudah saya singgung kalau sumber belajar banyak berbahasa Inggris, termasuk diskusi permasalahan tentang pemrograman. Kawan-kawan lihat pesan error juga dalam bahasa inggris kan? paling gampang adalah copy paste pesan error ke pencarian Google.

Kedua, sudah ketemu referensi jawaban permasalahan? tapi dapetnya bahasa Inggris? Ya tentu kan nyarinya pake bahasa Inggris :P. Sekarang gunakan aplikasi Google lainnya, yaitu Google Translate, untuk kata-kata yang nggak dipahami lempar ke Google Translate dan terjemahkan ke bahasa Indonesia dan coba dipahami pelan-pelan. Kok pelan-pelan? ya iya emang lagi dikejar macan? wkwk. Sepengalaman saya, seringkali saya sudah menemukan jawaban dari masalah, tapi masih tetap error dong. Masalahnya hanya kurang teliti dalam membaca dan memahami maksudnya aja.

Kerjakan Proyek

Tentu untuk menjadi programmer tidak cukup hanya bisa menulis kode. Kemampuan memecahkan masalah juga sangat dibutuhkan. Semakin sering mengerjakan proyek dengan kasus yang bermacam-macam semakin terasah kemampuan memecahkan masalah kita. Selain itu, carilah proyek yang nyata, dimana akan memberikan motivasi lebih dari sisi finansial maupun tekanan deadline dari klien.

Jika memang belum percaya diri untuk mengerjakan proyek berbayar, kawan-kawan bisa buat proyek pribadi. Selain benefit praktikal kawan-kawan akan memiliki tambahan portofolio setiap menyelesaikan proyek probadi tersebut.

Mengikuti Perkembangan

Sebagai programmer, hal wajib adalah untuk mengikuti perkembangan teknologi yang ada yang terjadi hampir setiap hari. Kawan-kawan nggak harus mempelajari dan praktik semua hal baru yang ada, “cukup mengerti” saja cukup. Tapi, kalau memang punya banyak waktu luang bisa lebih lanjut dalam mempelajari hal-hal baru. Sesuaikan dengan waktu yang kawan-kawan miliki.

Jangan Suka Bertanya

Mungkin ini sangat kontradiktif dengan kebanyakan saran. Ya, ini adalah prinsip pribadi saya memang dalam belajar. Sebenarnya prinsip ini tertanam di diri saya karena sebenarnya saya itu sangat gengsi kalau harus bertanya. Dari situ timbul motivasi bahwa saya harus bisa menyelesaikan masalah ini sendiri. Sendiri dalam artian usaha mencari di Google, Stackoverflow dulu. Jangan sampai tanya orang. Selain itu dengan menyelesaikan masalah secara mandiri akan membuat apa yang kita pelajari jadi lebih melekat.

Dan terlebih ini juga salah satu mental yang harus dimiliki programmer, Jangan manja!.

Bertanyalah !

Dasar penulis nggak konsisten. Katanya nggak boleh bertanya, sekarang disuruh bertanya. Jadi gini ya kawan-kawan. kenapa urutannya jangan suka bertanya dulu baru saya suruh bertanyalah.

Ketika kawan-kawan sudah berusaha memecahkan masalahnya secara mandiri dan memang mentok. Waktunya kawan-kawan bertanya kepada orang lain. Keuntungannya, ketika kita sudah berusaha, kita bisa melempar pertanyaan yang berkualitas dengan menyertakan langkah-langkah yang sudah kita lakukan tapi belum terpecahkan masalahnya.

Ini juga menghindari bullying karena pertanyaan yang disampaikan terasa sangat sepele, atau pertanyaan yang tidak bisa dipahami.

Bergabunglah di Komunitas

Untuk menjawab poin mengikuti perkembangan & bertanyalah. Kawan-kawan bisa bergabung di komunitas yang ada di daerah kawan-kawan. Buat yang di Sidoarjo silakan bergabung ke SidoarjoDev.

Di komunitas akan ada banyak orang yang secara sukarela berbagi perkembangan teknologi terbaru. Jadi kita bisa tetap mengikuti perkembangan hanya dengan memantau komunitas. Komunitas yang bisa kawan-kawan ikuti bisa online maupun offline.

Komunitas sebagai tempat bertanya. Menjadi programmer pemula itu berat, tapi jika kita berada dalam lingkaran yang benar semua akan lebih mudah. Cari dan bergabunglah dengan komunitas yang cocok dengan kebutuhan belajar kawan-kawan.

Sekian tadi tips menjadi programmer pemula versi saya. Jika ada pendapat kawan-kawan yang lain bisa tuliskan di komentar. Mungkin saya juga terlewat pada poin tersebut bisa saya tambahkan ke dalam artikel.

Wassalamualaikum Warohmatulloh Wabarokatuh.

Gambar ilustrasi dari pngtree.com

Hi Saya Amirul, Saya mengajarkan koding melalui screencast di Kawan Koding, saya juga menulis Artikel di Kawan Koding.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *