Tanggal :29 September 2020
Belajar Automated Testing di Laravel

Belajar Automated Testing Laravel

Assalamualaikum Warohmatulloh Wabarokatuh, automated testing, kawan sudah familiar dengan kata tersebut? atau belum sama sekali?. Pada tulisan ini kita akan belajar automated testing di Laravel. Tapi sebelum kita mulai menerapkan pada kode, mari kita kepoin dulu apa yang akan kita pelajari kali ini.

Apa itu Automated Testing

Jika diartikan secara harfiah automated testing tentu artinya adalah pengujian secara otomatis, dalam hal ini berhubungan dengan software. Apa benar otomatis? Benar dong masa boong wkwk. Tapi, setiap apapun itu ada biayanya. Nah untuk membuat pemgujian secara otomatis ini biaya minimalnya adalah waktu. Yap betul, kita harus menginvestasikan waktu kita untuk menuliskan kode untuk pengujian otomatis sesuai skenario yang diharapkan.

Metode pengujian otomatis ini dilakukan dengan software yang terpisah dari sistem yang dibuat. Jadi secara gampangnya automated testing ini adalah menggantikan proses pengujian dengan tenaga manusia dengan software.

Kelebihan Automated Testing

  • Cepat & Efisien, walaupun di atas saya bilang bahwa untuk membuat pengujian otomatis kita harus menginvestaisikan waktu. Tapi, dengan pengujian otomatis kita juga bisa menyimpan banyak waktu. Karena dengan pengujian otomatis ini kita bisa melakukan pengujian lebih cepat daripada dengan tenaga manusia. Dan bisa dilakukan berulang.
  • Menemukan bug lebih banyak, dengan menggunakan pengujian otomatis kita bisa menemukan lebih banyak bug. Karena kita bisa menuliskan kode untuk menguji sampai level paling dasar di sistem / aplikasi yang kita buat.
  • Pembaruan skenario pengujian, misalnya ada perubahan sistem atau alur pada sistem atau aplikasi yang sedang kita buat. Kita bisa menyesuaikan alur pengujainnya dengan memperbarui kode pengujiannya.
  • Membuat Percaya Diri, dengan adanya pengujian otomatis kita akan lebih percaya diri ketika kita akan melakukan perubahan atau refactor pada kode kita. Dengan mudah kita menjalankan pengujian otomatis dan dapat mengetahui apakah perubahan yang ktia lakukan menyebabkan error di sistem kita atau tidak.

Kekurangan Automated Testing

Karena apapun dalam kehidupan ini tidaklah sempurna, ada baik dan ada buruknya, ceileh gaya banget bahasanya wkwkw. Pengujian otomatis memiliki beberapa kekurangan juga :

  • Butuh Waktu, sesuai yang tertulis di atas. Untuk membuat pengujian otomatis kita harus menginvestasikan waktu untuk menulis kode pengujiannya.
  • Kurangnya sentuhan manusia, dalam beberapa kasus mungkin ada hal yang membutuhkan hal-hal yang manusiawi. Misalnya dalam hal UI & UX.

Automated Testing di Laravel

Laravel datang dengan PHPunit sejak pertama diinstal dan sebuah file phpunit.xml sudah siap untuk aplikasi kita. Laravel juga datang dengan helper yang membuat kita bisa membuat kita lebih mudah membuat test untuk aplikasi kita.

Dari bawaan Laravel di dalam direktori test terdapat dua direktori yaitu Feature dan Unit. Unit test digunakan untuk membuat pengujian sampai ke bagian yang sangat kecil dari aplikasi kebanyakan Unit test berfokus pada satu method. Feature test biasanya digunakan untuk melakukan pengujian bagian yang lebih besar dari aplikasi kita, misalnya untuk pengujian interaksi dari beberapa komponen atau bahkan request HTTP ke sebuah endpoint tertentu.

Kurang lebih seperti itu gambaran tentang automated testing. Sudah siap belajar bareng? Kita akan lanjutkan pada tulisan berikutnya.

Wassalamualaikum Warohmatulloh Wabarokatuh.

Hi Saya Amirul, Saya mengajarkan koding melalui screencast di Kawan Koding, saya juga menulis Artikel di Kawan Koding.

2 Pings & Trackbacks

  1. Pingback: Belajar TDD Laravel : Menulis Test Pertama - Kawan Koding

  2. Pingback: Belajar API Laravel : Berkenalan dengan API - Kawan Koding

6 Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *