Tanggal :15 Juli 2020
deno

Apa itu Deno?

Artikel ini bagian ke 1 dari 2 seri dalam artikel berseri "Belajar Deno"

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh, di konten apa itu kali ini kita akan membahas tentang Deno. Mungkin banyak yang sudah mendengar tentang Deno dan mungkin ada juga yang belum. Untuk kalian yang pernah mendengar tentang Deno pasti bertanya-tanya apa itu Deno? apa perbedaan Deno dengan Node.js? Apakah Node.js telah mati? tenang kita akan bahas satu per satu.

Apa Itu Deno?

Deno merupakan sebuah runtime yang simpel, modern dan aman untuk JavaScript dan TypeScript yang dibangun dengan V8 JavaScript Engine dan juga bahasa pemrograman Rust. Deno sendiri dikembangakan oleh Ryan Dahl, yang juga merupakan creator dari Node.js.

Pasti kalian bertanya mengapa creator dari Node.js malah menciptakan Deno? pada JSConf EU 2018 lalu, Ryan Dahl berbicara tentang “10 Things I Regret About Node.js” yang menyatakan hal-hal yang dianggap mengganggunya dalam pengembangan Node.js. Hal-hal tersebut ia anggap sebuah bug yang tidak dapat diperbaiki dikarenakan proses pengembangan Node.js yang telah terlalu jauh.

Maka dari itu Ryan Dahl memutuskan untuk mengembangkan sebuah framework baru yang dimana hal yang ia anggap bug dalam Node.js tidak akan ditemukan di framework ini. Framework baru ini bernama Deno.

Apa Perbedaan Deno Dengan Node.js?

Walaupun keduanya sama-sama menggunakan V8 JavaScript Engine, tetapi Deno sendiri memiliki perbedaan dibandingkan dengan Node.js. perbedaan tersebut antara lain :

  • Membangun ulang API dengan menerapkan fitur Promises, ES6, dan juga TypeScript
  • Menggunakan ES Module sebagai sistem modul default, pengganti dari CommonJS
  • Tidak adanya akses pada file, network, dan environment kecuali jika diaktifkan secara eksplisit
  • Hanya mengirimkan satu file yang dapat dieksekusi
  • Memiliki package manager bawaan yang berfungsi sebagai pengolahan resource tambahan, dan berdampak tidak diperlukannya package manager lagi seperti NPM
  • Menggunakan URL dalam memuat dependencies baik lokal maupun remote

Apakah Node.js Telah mati?

Jawabannya adalah belum, dikarenakan pada dasarnya Deno bukanlah pengganti, melainkan pengembangan dari Node.js. Layaknya munculnya Windows 10 bukan berarti Windows 7 telah mati, melainkan sebuah pengembangan dari produk sebelumnya yang dianggap perlu. Deno masih membutuhkan waktu untuk berkembang agar dapat benar-benar bersaing dengan Node.js yang memiliki komunitas pengguna yang sangat luas.

Kita telah belajar apa itu Deno dan apa perbedaannya dengan Node.js.

Jika kamu ingin mempelajari Deno lebih lanjut kamu dapat mengklik link ini https://deno.land/ dan sampai jumpa di konten apa itu berikutnya

Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

One Ping

  1. Pingback: Belajar Deno : Menginstall Deno - Kawan Koding

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *